This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 09 Mei 2013

organisasi organisasi pergerakan nasional



organisasi organisasi pergerakan nasional

1. Masa Awal Perkembangan
Perkembangan organisasi-organisasi dalam pergerakan nasional pada masa awal ditandai dengan munculnya organisasi Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij. Marilah kita cermati perkembangan organisasi-organisasi tersebut, kita hayati agar kita dapat meneladani perjuangan tokoh-tokohnya. Perkembangan pergerakan nasional di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

a. Budi Utomo (BU)
Seorang dokter Jawa bernama dr. Wahidin Sudirohusodo pada tahun 1906 dan 1907 mengadakan perjalanan kampanye di kalangan priyayi di pulau Jawa. Ia menyampaikan pendapat untuk memajukan bangsanya melalui pendidikan. Pendidikan ini akan diusahakan sendiri tanpa bantuan pemerintah kolonial dengan mendirikan Dana Pelajar atau Studiefonds, untuk
membantu para pelajar yang kurang mampu agar dapat melanjutkan sekolah. Dalam perjalanannya, pada akhir tahun 1907 dr. Wahidin Sudirohusodo bertemu dengan Sutomo, mahasiswa STOVIA di Jakarta. Sutomo menyampaikan gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo kepada teman-temannya di STOVIA. Mahasiswa-mahasiswa STOVIA yang sudah memiliki citacita meningkatkan kedudukan dan martabat bangsa itu terdorong oleh kampanye yang dilakukan dr. Wahidin Sudirohusodo. Pada hari Rabu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo dan kawan kawannya berkumpul di ruang anatomi gedung STOVIA. Mereka sepakat mendirikan organisasi Budi Utomo. Para mahasiswa yang tergabung dalam Budi Utomo ini adalah Sutomo sebagai ketua, Moh. Sulaeman sebagai Wakil Ketua, Gondo Suwarno sebagai Sekretaris I, Gunawan Mangunkusumo sebagai Sekretaris II, Angka sebagai bendahara, Muhammad Saleh dan Suwarno sebagai komisaris. Juga beberapa nama lain yakni Suwardi, Samsu, Suradji, Sudibyo, dan Gumbrek. Dari bulan Mei sampai awal Oktober 1908, Budi Utomo merupakan organisasi pelajar dengan intinya pelajar STOVIA. Tujuan organisasi ini dirumuskan secara samarsamar, yaitu kemajuan bagi Hindia, di mana jangkauan geraknya pada penduduk Jawa dan Madura. Dalam waktu singkat di beberapa kota berdiri cabang-cabang Budi Utomo yakni Bogor, Bandung, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, dan Probolinggo. Pada tanggal 3 – 5 Oktober 1908, Budi Utomo mengadakan kongres yang pertama di Yogyakarta. Dalam kongres itu ditetapkan tujuan Budi Utomo adalah kemajuan yang selaras (harmonis) buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, dan kebudayaan (kesenian dan ilmu). Sebagai ketua Pengurus Besar yang pertama dipilih R.T.A. Tirtokusumo, bupati Karanganyar. Ia menjabat sampai tahun 1911. Kemudian jabatan ketua Budi Utomo berturut-turut adalah Pangeran Aryo Notodirodjo (1911-1914), R.Ng. Wedyodipuro (Radjiman Wedyodiningrat) tahun 1914-1915, kemudian R.M. Ario Suryo Suparto (1915). Setelah kepengurusan Budi Utomo dipegang golongan tua maka para pelajar menyingkir dari barisan depan. Budi Utomo semakin lamban kegiatannya setelah keluarnya Cipto Mangunkusumo dan Suryodiputro. Aktivitas Budi Utomo pada waktu itu terbatas pada penerbitan Majalah Goeroe Desa. Sejak tahun 1912 ketika Pangeran Notodirodjo menjabat ketua, Budi Utomo berusaha mengejar ketinggalan tetapi tidak banyak hasilnya Partij. Sejak pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1914 sampai 1919 terlihat usahausaha Budi Utomo terjun ke bidang politik. Akan tetapi karena tidak mendapat dukungan massa maka kedudukan secara politik kurang begitu penting. Namun ada hal yang penting yakni bahwa Budi Utomo merupakan organisasi social kebangsaan yang pertama berdiri di Indonesia dan di situlah terdapat benih semangat nasional yang pertama. Oleh karena itu tanggal kelahiran Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

b. Sarekat Islam (SI)
Pada tahun 1909, Raden Mas Tirtoadisuryo mendirikan perkumpulan dagang di Jakarta dengan nama Sarekat Dagang Islam (SDI). H. Samanhudi seorang pedagang batik dari Laweyan Solo merasa tertarik dengan organisasi dagang ini. Akhirnya ia mendirikan Sarekat Dagang Islam di Solo pada akhir tahun 1911. Tujuannya adalah untuk memajukan agama, dan untuk memperkuat diri bagi golongan pedagang-pedagang Indonesia terhadap pedagangpedagang Cina. Pada waktu itu pedagang Cina memegang peranan penting dalam leveransir bahan-bahan yang diperlukan oleh perusahaan batik. Dalam mendirikan Sarekat Dagang Islam di Solo, H. Samanhudi mengajak pedagang-pedagang batik terkenal di antaranya M.Asmodimejo, M. Kertotaruno, M. Sumowerdoyo, dan H.M. Abdulrajak. Organisasi yang baru didirikan tersebut diketuai oleh H. Samanhudi. Berdirinya Sarekat Islam selain didorong oleh factor ekonomi juga dilandasi oleh faktor agama. Pada tanggal 10 September 1912, Sarekat Dagang Islam diubah menjadi Sarekat Islam. Hal ini dilakukan atas saran Haji Oemar Said Tjokroaminoto, seorang pelajar Indonesia yang bekerja pada perusahaan dagang di Surabaya. Alasan perubahan nama ini adalah agar perkumpulan itu jangkauannya lebih luas tidak terbatas pada golongan pedagang saja.
Tujuan Sarekat Islam sesuai anggaran dasarnya adalah sebagai berikut.

1) Memajukan perdagangan.
2) Memberikan pertolongan kepada anggota-anggota yang mengalami kesulitan.
3) Memajukan kepentingan rokhani dan jasmani dari penduduk asli.
4) Memajukan kehidupan agama Islam.

Dalam waktu singkat Sarekat Islam berhasil mendapat anggota di kalangan rakyat banyak sehingga meluas menjadi organisasi massa yang pertama di Indonesia. Hal ini berbeda dengan Budi Utomo yang dalam praktiknya hanya beranggotakan rakyat dari golongan atas.


Walaupun tujuan Sarekat Islam yang dirumuskan tidak bersifat politik, akan tetapi kegiatan-kegiatannya memperjuangkan keadilan dan kebenaran dari penindasan pemerintah kolonial. Kenyataan ini membuat pemerintah Hindia Belanda merasa khawatir. Oleh karena itu, yang mendapat ijin pendirian hanya tingkat lokal/ cabang. Sedangkan ijin pendirian Sarekat Islam tingkat pusat ditolak. Bagaimana menurut pendapat anda sikap Belanda yang demikian ini? Kongres pertama Sarekat Islam dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 1913 di Surabaya dipimpin oleh H.O.S. Tjokroaminoto. Dalam kongres ini, beliau menerangkan bahwa Sarekat Islam bukan partai politik dan tidak beraksi melawan pemerintah Belanda. Pada waktu itu anggota Sarekat Islam semakin bertambah. Di Jakarta berjumlah kurang lebih 12.000 anggota.
Kongres Sarekat Islam kedua dilaksanakan di Solo. Kongres kedua ini memutuskan bahwa Sarekat Islam hanya terbuka bagi rakyat biasa sedangkan pegawai pangreh praja tidak boleh menjadi anggota. Hal ini dimaksudkan agar Sarekat Islam tetap merupakan organisasi rakyat. Perkembangan Sarekat Islam semakin pesat. Pada tahun 1914 telah berdiri 56 Sarekat Islam Cabang. Pada bulan Februari 1915, Pimpinan Sarekat Islam membentuk pengurus pusat yang dikenal dengan Central Sarekat Islam (CSI) yang berkedudukan di Surabaya. Sebagai ketua kehormatan adalah H. Samanhudi, H.O.S. Tjokroaminoto sebagai ketua, dan Raden Gunawan sebagai wakil ketua. Pada tanggal 18 Maret 1916, Central Sarekat Islam ini mendapat pengakuan dari pemerintah Hindia - Belanda. Beberapa tokoh Sarekat Islam yang lain adalah Abdul Muis, Wignyodisastro, dan Soewardi Soerjaningrat. Ketiga orang ini merupakan pengurus
SI di Bandung. Tokoh lain yang bergabung ialah K.H. Agus Salim.
Pada tanggal 17 – 24 Juni 1916, diadakan kongres Sarekat Islam yang ketiga di
Bandung. Kongres ini dinamakan Kongres (SI) Nasional Pertama. Jumlah cabang SI
ada 50, dan jumlah semua anggota pada waktu itu sudah mencapai 800.000. Dalam
kongres ini, SI mulai melontarkan pernyataan bahwa rakyat perlu diberi kesempatan
berpartisipasi dalam politik Pada tanggal 20 – 27 Oktober 1917, SI mengadakan kongres yang keempat (Kongres Nasional Kedua) di Jakarta. Dalam kongres ini di tubuh SI terdapat perbedaan pendapat. Abdul Muis menyatakan perlunya SI berpartisipasi dalam Volksraad. Sebaliknya, Semaun dan sebagian kecil pimpinan SI menolak ikut dalam Volksraad. Perpecahan di dalam tubuh SI ini memberikan peluang kepada H.J.F.M. Sneevliet dari golongan sosialis untuk memengaruhi sejumlah anggota SI Semarang agar menjadi anggota ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereniging). Dengan taktik infiltrasi inilah golongan sosialis berhasil menyusup ke dalam tubuh SI. Seorang tokoh komunis yang pernah tinggal di Moskwa, Darsono menyatakan tidak percaya pada kepemimpinan HOS. Tjokroaminoto.
Memasuki tahun 1920 Sarekat Islam pecah menjadi dua yaitu:

1) SI yang berpaham Islam, dikenal dengan SI Putih atau golongan kanan. Kelompok ini dipimpin H.O.S. Tjokroaminoto, H. Agus Salim, dan Suryopranoto yang berpusat di Yogyakarta.
2) SI yang berpaham Marxisme atau Komunisme, dengan SI Merah atau golongan kiri. Kelompok ini dipimpin Semaun yang berpusat di Semarang. Pada akhir tahun 1921 (dalam kongres keenam) diputuskan adanya disiplin partai yakni larangan anggota SI merangkap dua keanggotaan partai politik. Dengan demikian kelompok Semaun dapat terdepak dari SI. Pada tahun 1923, kelompok Semaun ini secara resmi diakui sebagai cabang Partai Komunis Indonesia dengan nama Sarikat Rakyat. Pada tanggal 17-20 Februari 1923, SI menyelenggarakan Kongres Nasional ketujuh di Madiun. Nama SI pada waktu itu diubah menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Kemudian atas pengaruh dr. Sukiman yang baru pulang dari Belanda, PSI diubah menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Dalam perkembangannya PSII pecah menjadi dua kelompok yakni kelompok Sukiman yang menghendaki PSII menekankan pada asas kebangsaan, dan kelompok HOS Tjokroaminoto yang menekankan pada asas agama. Kelompok Sukiman mendirikan partai baru yakni Partai Islam Indonesia (PARII). Pada tahun 1940, PSII pecah lagi menjadi PSII Kartosuwiryo. Inilah perkembangan Sarekat Islam di mana untuk mencapai tujuannya harus menghadapi berbagai tantangan.

c. Indische Partij (IP)
Indische Partij didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912. Pendirinya Dr. E.F.E. Douwes Dekker sebagai ketua sedangkan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) dan
dr. Tjipto Mangunkusumo sebagai wakil ketua. Ketiga tokoh ini kemudian dikenal dengan ”Tiga Serangkai”. Adapun tujuan Indische Partij seperti yang termuat dalam anggaran dasar yaitu membangunkan patriotisme semua ”Indiers” terhadap tanah air. Juga untuk mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka. Untuk mencapai tujuan tersebut ditetapkan cara-cara sebagai
berikut.

1) Memelihara nasionalisme dengan cara meresapkan cita-cita kesatuan bangsa Indonesia.
2) Memberantas rasa kesombongan rasial.
3) Memberantas usaha-usaha untuk membangkitkan kebencian antar-agama.
4) Berusaha mendapatkan persamaan hak bagi semua orang Indonesia (Hindia).
5) Memperbesar pengaruh pro Hindia (Indonesia) di dalam pemerintahan.
6) Memperbaiki ekonomi rakyat Indonesia dengan memperkuat mereka yang lemah ekonominya.

Sebagai media untuk menyebarluaskan pandangan-pandangan Indische Partij digunakan surat kabar De Express. Melalui surat kabar ini Indische Partij berkembang ke berbagai daerah. Hal ini terbukti didirikannya 30 cabang IP dengan anggota sejumlah 7.300 orang yang sebagian besar merupakan Indo-Belanda, sedangkan jumlah anggota bangsa Indonesia 1500 orang. Melihat tujuan dan cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan di atas dapat dikatakan bahwa Indische Partij merupakan partai politik yang pertama kali di Indonesia. Permohonan ijin pendirian partai ditolak oleh pemerintah Hindia Belanda dan Indische Partij dinyatakan sebagai partai terlarang dengan alasan organisasi itu berdasar politik dan mengancam keamanan umum. Pada waktu pemerintah kolonial Belanda hendak merayakan ulang tahun ke- 100 kemerdekaan Negeri Belanda dari penjajahan Perancis, di Bandung dibentuklah ”Komite Bumiputera”. Komite ini menerbitkan tulisan Suwardi Suryaningrat yang berjudul ”Als ik een Nederlander was ...” Yang isinya merupakan sindiran tajam mengenai ketidakadilan di daerah jajahan. Dengan alasan kegiatan komite ini berbahaya maka pada bulan Agustus 1913 ketiga tokoh Indische Partij dijatuhi hukuman buangan. Douwes Dekker dibuang ke Timor Kupang, dr. Tjipto Mangunkusumo dibuang ke Banda, dan Suwardi Suryaningrat dibuang ke Bangka. Tetapi atas permintaan mereka sendiri pembuangan itu dipindahkan ke negeri Belanda. Kesempatan di negeri Belanda itu oleh mereka digunakan untuk menambah dan memperdalam ilmu. Dengan kepergian ketiga pemimpin tersebut maka kegiatan Indische Partij makin lemah. Kemudian Indische Partij berganti nama menjadi Partai Insulinde dengan asas utamanya mendidik suatu nasionalisme Hindia dengan memperkuat cita-cita persatuan bangsa. Kembalinya Douwes Dekker dari negeri Belanda tidak banyak berarti bagi perkembangan Partai Insulinde. Pada bulan Juni 1919 partai ini berganti nama menjadi National Indische Partij (NIP), namun partai ini tidak banyak berpengaruh terhadap rakyat. Sedangkan pembebasan hukuman terhadap Suwardi Suryaningrat dilakukan pada bulan Juli 1918. Kemudian ia berjuang di bidang pendidikan dengan mendirikan Taman Siswa. Dari uraian di atas, perjuangan Indische Partij besar sekali pengaruhnya terhadap bangsa Indonesia, antara lain dengan propaganda nasionalisme Hindia dan aksi mencapai kemerdekaan kelak, juga sebagai pembangun semangat, Douwes Dekker sangat berjasa terhadap bangsa Indonesia. Para tokoh Indische Partij berani untuk kepentingan pribadi atau golongan.

2. Masa Radikal

a. Perhimpunan Indonesia (PI)
Pada tahun 1908 di Negeri Belanda berdirilah organisasi para mahasiswa Indonesia yang belajar di sana. Semula organisasi ini bernama Indische vereeniging. Pendirinya antara lain Sultan Kesayangan dan R.N. Noto Suroto. Tujuan yang ingin dicapai organisasi ini adalah untuk memajukan kepentingan bersama dari orangorang yang berasal dari Indonesia di Negeri Belanda. Pada tahun 1922, Indische Vereeniging yang bersifat sosial, beralih bersifat politik
dengan nama Indonesische Vereniging. Perubahan nama ini ada hubungannya dengan timbulnya Kesadaran Nasional setelah Perang Dunia I, kedatangan tokoh-tokoh Indische Partij yang dibuang ke negeri Belanda yakni dr. Cipto Mangunkusumo, R.M. Suwardi Suryaningrat, dan E.F.F. Douwes Dekker, dan juga kedatangan mahasiswa yang belajar ke negeri Belanda yakni Ahmad Subardjo pada tahun 1919 dan Mohammad Hatta tahun 1921. Kesadaran politik di kalangan Indische Vereeniging kemudian diperkuat lagi oleh peristiwa kedatangan Comite Indie Werbaar (Panitia Ketahanan Hindia Belanda) yang mengajukan usul kepada pemerintah untuk memperkuat ketahanan Hindia Belanda di waktu perang dengan melatih orang-orang Indonesia di bidang militer. Panitia itu terdiri atas R.Ng. Dwijosewoyo, Abdul Muis, dan Kolonel Rhemev. Pada bulan Maret 1923, Majalah Hindia Poetra menyebutkan bahwa asas dari organisasi Indonesische Vereeniging adalah sebagai berikut: Mengusahakan suatu pemerintahan untuk Indonesia, yang bertanggung jawab hanya kepada rakyat Indonesia semata-mata, bahwa hal yang demikian itu hanya akan dapat dicapai oleh orang Indonesia sendiri bukan dengan pertolongan siapa pun juga; bahwa segala jenis perpecahan tenaga haruslah dihindarkan, supaya tujuan itu lekas tercapai. Sejak tahun 1923 Indonesische Vereeniging aktif berjuang dan mempelopori dari jauh perjuangan kemerdekaan untuk seluruh rakyat Indonesia. Majalah Hindia Poetra pada tahun 1924 diubah menjadi Indonesia Merdeka, dan pada tahun 1925 organisasi Indonesische Vereeniging diubah menjadi Perhimpunan Indonesia dan meninggalkan sikap kerja sama dengan kaum penjajah, bahkan lebih bersifat internasional dan anti kolonial. Jadi asas perjuangan PI adalah self help dan non kooperatif yakni berjuang dengan kekuatan sendiri dan tidak minta bantuan pemerintah kolonial Belanda. Bagaimana menurut pendapatmu sikap Perhimpunan Indonesia yang demikian ini?

Dalam kongres ke-6 Liga Demokrasi Internasional untuk Perdamaian di Paris (Prancis) bulan Agustus 1926, Moh. Hatta dengan tegas menyatakan tuntutan untuk kemerdekaan Indonesia. Hal ini menambah kecurigaan pemerintah Belanda terhadap PI. Moh. Hatta atas nama PI menandatangani perjanjian rahasia dengan Semaun (tokoh PKI) pada tanggal 5 Desember 1926. Isinya perjanjian menyatakan bahwa PKI mengakui kepemimpinan PI dan akan dikembangkan menjadi suatu partai rakyat kebangsaan Indonesia, selama PI secara konsekuen tetap menjalankan politik untuk kemerdekaan Indonesia. Semakin aktifnya tokoh-tokoh PI berhubungan dengan tokoh-tokoh politik bangsa Indonesia maupun kegiatan internasional sejak adanya manifesto politik tahun 1925, menimbulkan reaksi keras dari pemerintah Belanda. Pada tanggal 10 Juni 1927 empat anggota PI yakni Moh. Hatta, Nazir Pamuncak, Abdul Majid Joyodiningrat, dan Ali Sastroamijoyo ditangkap dan ditahan pemerintah Belanda. Mereka akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. Inilah sikap dari para pejuang yang memegang teguh prinsip berani karena benar.

PI merupakan organisasi politik bangsa Indonesia yang berada di luar negeri yang berhasil mempengaruhi pergerakan kebangsaan Indonesia secara berangsurangsur. Lebih-lebih setelah munculnya pernyataan politik tahun 1925. PI ternyata berperan sebagai penyemangat kepada pergerakan nasional di tanah air. Lahirnya Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) tahun 1926, Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1927, dan Jong Indonesia (Pemuda Indonesia) tahun 1927 secara langsung mendapat ilham dari Perhimpunan Indonesia.\


b. Partai Komunis Indonesia (PKI)
Pada masa sebelum Perang Dunia I, paham komunis masuk ke Indonesia dibawa oleh seorang pimpinan buruh Negeri Belanda bernama H.J.F.M. Sneevliet. Ia adalah anggota Partai Buruh Sosial Demokrat atau Sociaal Democratische Arbeiderspartij. Semula ia tinggal di Surabaya sebagai staf redaksi sebuah surat kabar kemudian dipindahkan ke Semarang dan menjadi sekretaris pada Semarangse Handelsblad.

Pada tanggal 9 Mei 1914, Sneevliet bersama rekan-rekannya, J.A. Brandsteder, H.W. Dekker dan P. Bergsma, mendirikan organisasi yang dinamakan Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV). Haluan organisasi ini adalah Marxisme. Pada mulanya ISDV tidak berkembang, maka untuk mencari anggota mereka cara menyusup ke tubuh partai-partai lain. Ketika tidak berhasil, mereka mendekati Insulinde maka diarahkan ke dalam Sarekat Islam. Taktik ini berhasil sehingga SI pecah menjadi dua kubu dan muncullah pemimpin ranting dalam ISDV yang berhaluan marxis seperti Semaun dan Darsono. Pada tanggal 23 Mei 1920, oleh Baars, Bergsma, dan Semaun beserta kawankawannya, ISDV diubah menjadi Partai Komunis Hindia. Kemudian pada bulan Desember 1920, Partai ini diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Susunan pengurus baru organisasi ini, antara lain Semaun sebagai ketua, Darsono sebagai wakil ketua, Bergsma sebagai sekretaris, Dekker sebagai bendahara, Baars, Sugono, dan lain-lain sebagai anggota pengurus. Pada tahun 1923, PKI semakin kuat dengan bergabungnya tokoh-tokoh seperti Alimin Prawirodirdjo (pemimpin SI merah) dan Musso (dari PKI cabang Jakarta). Setelah merasa kuat, PKI melakukan aksinya dengan mengobarkan pemberontakan di Jakarta pada tanggal 13 November 1926, disusul dengan tindakan kekerasan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta pemberontakan di Sumatra Barat pada tanggal 1 Januari 1927. Pemberontakan ini dapat ditumpas oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pemberontakan PKI ini merupakan tindakan yang sia-sia karena massa PKI sama sekali tidak siap di samping organisasinya masih kacau. Pemberontakan PKI ini mengakibatkan korban ribuan rakyat dihasut untuk ikut serta dalam pemberontakan sehingga sekitar 13.000 orang ditangkap, mereka yang dihukum sejumlah 4.500 orang, dan yang dibuang ke Tanah Merah, Digul Atas, Irian Jaya sekitar 1.300 orang. Oleh Pemerintah Hindia Belanda, PKI dinyatakan
sebagai partai terlarang. Akibat buruk lainnya yang menimpa perjuangan bangsa Indonesia akibat pemberontakan PKI adalah berupa penindasan yang luar biasa terhadap para pemimpin perjuangan. Itulah suatu tindakan PKI yang merugikan perjuangan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

c. Partai Nasional Indonesia (PNI)
Pada tahun 1925, Ir. Soekarno mendirikan perkumpul-an Algeemene Studie
Club di Bandung. Atas insiatif perkumpulan ini maka pada tanggal 4 Juli 1927
berdirilah partai politik baru yaitu Partai Nasional Indonesia. Para pendirinya adalah
Ir. Soekarno, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Ir. Anwari, Mr. Sartono, Mr. Iskaq
Tjokrohadisuryo, Mr. Sunaryo, Mr. Budiarto, dan Dr. Samsi. Dari 8 orang pendiri
ini, 5 orang merupakan mantan anggota Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda.
Tujuan PNI adalah untuk mencapai Indonesia Merdeka. Adapun asasnya adalah Self
help, non kooperatif, dan marhaenisme. Pada waktu rapat di Bandung tanggal 17 - 18
Desember 1927, PNI dapat menggalang persatuan dengan Partai Sarekat Islam
Indonesia, Budi Utomo, Pasundan, Sumatranche Bond, Kaum Betawi, Indonesische
Studieclub, dan Algeemene Studieclub dengan membentuk Pemufakatan Perhimpunan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPKI). Permufakatan ini bertujuan menyatukan aksi dalam menghadapi imperialisme Belanda. Dalam Kongres PNI yang pertama di Surabaya (27 – 30 Mei 1928) disyahkan susunan pengurus seperti berikut:

1) Ketua : Ir. Soekarno
2) Sekretaris/Bendahara : Mr. Iskaq Tjokrohadisuryo
3) Anggota : Dr. Samsi Sastrowidagdo,

Mr. Sartono, Mr. Sunaryo, dan Ir. Anwari. Dalam kongres ini juga disahkan program kegiatan yang meliputi bidang politik, ekonomi, dan sosial. Dengan program yang jelas diperkuat dengan propaganda-propaganda Ir. Soekarno sebagai seorang ahli pidato, maka PNI dalam waktu singkat banyak memperoleh dukungan massa mulai dari Jawa Barat sampai seluruh Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Kongres PNI yang kedua tanggal 18 - 20 Mei 1929 di Jakarta, menetapkan untuk memilih kembali pengurus PB PNI yang lama. Di samping itu juga memutuskan program kegiatan di bidang ekonomi/sosial dan politik.

Di bidang ekonomi/sosial antara lain menyokong perkembangan Bank Nasional Indonesia, mendirikan koperasi-koperasi, mendirikan sekolah-sekolah, rumah sakitrumah sakit, dan lain-lain. Sedangkan di bidang politik, mengadakan hubungan dengan Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda dan menunjuk Perhimpunan Indonesia sebagai wakil PPPKI di luar negeri.

Melihat sepak terjang PNI yang gigih dan semakin memperoleh simpati rakyat Indonesia, pemerintah kolonial Belanda menjadi semakin cemas. Pada akhir tahun 1929 tersebar desas-desus PNI akan melakukan pemberontakan pada awal tahun 1930. Maka berdasarkan desas-desus ini pada tanggal 24 Desember 1929, pemerintah Hindia Belanda mengadakan penggeledahan dan menangkap empat tokoh PNI, yaitu Ir. Soekarno, Gatot Mangkuprodjo, Maskoen, dan Soepriadinata. Mereka diajukan di depan pengadilan Bandung. Dalam proses peradilan itu Ir. Soekarno melakukan pembelaan dengan judul ”Indonesia Menggugat” akan tetapi hakim kolonial tetap menjatuhi hukum penjara kepada keempat tokoh ini. Bagaimana pendapatmu atas nasib yang dialami para tokoh PNI tersebut?

Penangkapan terhadap para tokoh PNI merupakan pukulan berat dan menggoyahkan partai. Pada kongres luar biasa tanggal 25 April 1931 diputuskan untuk membubarkan PNI. Hal ini menyebabkan pro dan kontra. Mereka yang setuju PNI dibubarkan mendirikan Partai Indonesia (Partindo) dipimpin Mr. Sartono. Sedangkan yang tidak setuju PNI dibubarkan masuk ke dalam Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Baru) dipimpin Moh. Hatta dan Syahrir.

3. Masa Moderat
Partai-partai yang berjuang pada masa radikal bersikap non kooperasi (tidak mau bekerja sama) dengan pemerintah kolonial Belanda seperti Perhimpunan Indonesia, Partai Komunis Indonesia, dan Partai Nasional Indonesia. Sejak tahun 1930, perjuangan partai-partai mulai mengubah taktiknya, partaipartai sudah bersifat moderat (agak lunak) dan menggunakan taktik kooperasi artinya mau bekerja sama dengan Pemerintah Kolonial Belanda. Hal-hal apa saja yang menyebabkan perubahan taktik perjuangan tersebut?

Penyebabnya adalah karena dunia pada waktu itu dilanda krisis ekonomi (malaise). Hal ini mempengaruhi keadaan ekonomi di Hindia Belanda sehingga berpengaruh terhadap pergerakan nasional. Di samping itu juga karena Pemerintah Hindia Belanda semakin bersikap keras terhadap partai-partai politik. Apalagi setelah PKI melakukan pemberontakan pada tahun 1926.

Ada dua partai yang bersifat moderat dengan taktik kooperasi yaitu Partai Indonesia Raya dan Gerakan Rakyat Indonesia. Bagaimana perkembangan kedua partai tersebut? Marilah kita ikuti uraian berikut.

a. Partai Indonesia Raya (Parindra)
Partai Indonesia Raya merupakan fusi (gabungan) dari Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Penggabungan dua organisasi ini dilaksanakan pada kongresnya di Surakarta tanggal 25 Desember 1935. Tujuan Partai Indonesia Raya adalah untuk mencapai Indonesia mulia dan sempurna, dengan dasar nasionalisme Indonesia. Taktik perjuangannya adalah kooperasi. Oleh karena itu, Parindra mempunyai wakilnya di Volksraad untuk membela kepentingan rakyat. Selain perjuangan melalui volksraad Parindra juga melakukan beberapa usaha, antara lain sebagai berikut.

1) Di bidang pertanian dengan mendirikan Perhimpunan Rukun Tani untuk membantu kehidupan petani dan mendirikan Bank Nasional Indonesia.
2) Di bidang pelayaran dengan membentuk Rukun Pelayaran Indonesia. Kepengurusan Parindra pada awal terbentuknya organisasi ini adalah Dr. Sutomo sebagai ketua dan Wuryaningrat sebagai wakil ketua. Sedangkan Kepala Departemen Politik dalam Pengurus besar Parindra adalah Muhammad Husni Thamrin.

b. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Gerakan Rakyat Indonesia didirikan di Jakarta pada tanggal 24 Mei 1937. Tokoh-tokoh partai ini adalah para pemimpin Partindo yang dibubarkan pada tanggal 18 November 1936. Mereka ada Mr. Sartono, Mr. Amir Syarifudin, Dr. A.K. Gani, dan Mr. Moh. Yamin. Tujuannya adalah untuk mencapai kemerdekaan di bidang ekonomi, sosial, dan politik. Dalam waktu singkat, partai ini berkembang dengan cepat dan memperoleh posisi yang kuat sebagai partai yang berhaluan nasional anti-fasis. Dengan menggunakan taktik kooperasi, Gerindo melakukan aksi perjuangannya. Perkembangan Gerindo selalu diawasi pemerintah kolonial Belanda, dan pada saat Jepang masuk ke Indonesia partai ini dibubarkan.


CHEAT GTA SAN ANDREAS PS2

CHEAT GTA SAN ANDREAS

Kiamat

L2, kanan, L1, segitiga, kanan, kanan, R1, L1, kanan, L1, L1, L1

Manusia 1/2 dewa

bawah, X, kanan, kiri, kanan, R1, kanan, bawah, atas, segitiga

Uang, darah, tameng

R1, R2, L1, X, kiri, bawah, kanan, atas, kiri, bawah, kanan, atas

Lompat tinggi

atas, atas, segitiga, segitiga, atas, atas, kiri, kanan, kotak, R2, R2

Pukulan maut

atas, kiri, X, segitiga, R1, bulat, bulat, bulat, L2

Bernafas dalam air

bawah, kiri, L1, bawah, bawah, R2, bawah, L2, bawah

Senjata 1

R1, R2, L1, R2, kiri, bawah, kanan, atas, kiri, bawah, kanan, atas

Senjata 2

R1, R2, L1, R2, kiri, bawah, kanan, atas, kiri, bawah, bawah, kiri

Senjata 3

R1, R2, L1, R2, kiri, bawah, kanan, atas, kiri , bawah, bawah, bawah

Dua senjata

bawah, kotak, X, kiri, R1, R2, kiri, bawah, bawah, L1, L1, L1

Peluru tak terbatas

L1, R1, kotak, R1, kiri, R2, R1, kiri, kotak, bawah, L1, L1

Rekrut

bawah, kotak, atas, R2, R2, atas, kanan, kanan, atas

Bunuh diri

kanan, L2, bawah, R1, kiri, kiri, R1, L1, L2, L1

Kurus

segitiga, atas ,atas, kiri, kanan, kotak, bulat, kanan

Gendut

segitiga, atas ,atas, kiri, kanan, kotak, bulat, bawah

Kekar

segitiga, atas, atas, kiri, kanan, kotak, bulat, kiri

Dikelilingi pel@cur

kotak, kanan, kotak, kotak, L2, X, segitiga, X, segitiga

Suasana pantai

atas, atas, bawah, bawah, kotak, bulat, L1, R1, segitiga, bawah

Badut

segitiga, segitiga, L1, kotak, kotak, bulat, kotak, bawah, bulat

Elvis

L1, bulat, segitiga, L1, L1, kotak, L2, atas, bawah, kiri

Yakuza

X, X, bawah, R2, L2, bulat, R1, bulat, kotak

Nascar 1

bawah, R1, bulat, L2, L2, X, R1, L1, kiri, kiri

Nascar 2

R1, bulat, R2, kanan, L1, L2, X, X, kotak, R1

Nascar 3

R2, L1, bulat, kanan, L1, R1, kanan, atas, bulat, R2

Mobil golf

bulat, L1, atas, R1, L2, X, R1, L1, bulat, X

Buldoser

R2, L1, L1, kanan, kanan, atas, atas, X, L1, kiri

Mobil sherif

atas, kanan, kanan, L1, kanan, atas, kotak, L2

Mobil orang kaya

R2, atas, L2, kiri, kiri, R1, L1, bulat, kanan

Tanker

R1, atas, kiri, kanan, R2, atas, kanan, kotak, kanan, L2, L1, L1

Mobil romero

bawah, R2, bawah, R1, L2, kiri, R1, L1, kiri, kanan

Truk sampah

bulat, R1, bulat, R1, kiri, kiri, R1, L1, bulat, kanan

Motor roda empat

kiri, kiri, bawah, bawah, atas, atas, kotak, bulat, segitiga, R1, R2

Boat amphibi

segitiga, segitiga, kotak, bulat, X, L1, L2, bawah, bawah

Mobil monster

kanan, atas, R1, R1, R1, bawah, segitiga, segitiga, X, bulat, L1, L1

Tank

bulat, bulat, L1, bulat, bulat, bulat, L1, L2, R1, segitiga, bulat, segitiga

Helikopter tempur

bulat, X, L1, bulat, bulat, L1, bulat, R1, R2, L2, L1, L1

Pesawat jet

segitiga, segitiga, kotak, bulat, X, L1, L1, bawah, atas

Pesawat stunt

bulat, atas, L1, L2, bawah, R1, L1, L1, kiri, kiri, X, segitiga

Parasut

kiri, kanan, L1, L2, R1, R2, R2, atas, bawah, kanan, L1

Jetpack

kiri, kanan, L1, L2, R1, R2, atas, bawah, kiri, kanan

Semua mobil berwarna hitam

bulat, L2, atas, R1, kiri, X, R1, L1, kiri, bulat

Semua mobil berwarna pink

bulat, L1, bawah, L2, kiri, X, R1, L1, kanan, bulat

Semua mobil jadi jelek

L2, kanan, L1, atas, X, L1, L2, R2, R1, L1, L1, L1

Semua mobil jadi mewah

kanan, R1, atas, L2, L2, kiri, R1, L1, R1, R1

Semua mobil desa

L1, L1, R1, R1, L2, L1, R2, bawah, kiri, atas

Semua mobil transparan

segitiga, L1, segitiga, R2, kotak, L1, L1

Semua kendaraan hancur

R2, L2, R1, L1, L2, R2, kotak, segitiga, bulat, segitiga, L2, L1

Nos

kiri, segitiga, R1, L1, atas, kotak, segitiga, bawah, bulat, L2, L1, L1

Mobil kebal

L1, L2, L2, atas, bawah, bawah, atas, R1, R2, R2

Mobil melambung

kotak, R2, bawah, bawah, kiri, bawah, kiri, kiri, L2, X

Mobil terbang

kotak, bawah, L2, atas, L1, bulat, atas, x, kiri

Mobil berjalan di atas air

kanan, R2, bulat, R1, L2, kotak, R1, R2

Boat terbang

R2, bulat, atas, L1, kanan, R1, kanan, atas, kotak, segitiga

Sepeda lompat tinggi

segitiga, kotak, bulat, bulat, kotak, bulat, bulat, L1, L2, L2, R1, R2

Bintang enam

bulat, kanan, bulat, kanan, kiri, kotak, X bawah

Mengurangi wanted level

R1, R1, bulat, R2, atas, bawah, atas, bawah, atas, bawah

Menaikkan wanted level

R1, R1, bulat, R2, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan, kiri

Kunci polisi

bulat, kanan, bulat, kanan, kiri, kotak, segitiga, atas

Pengemudi agresif

kanan, R2, atas, atas, R2, bulat, kotak, R2, L1, kanan, bawah, L1

Trafik agresif

R2, bulat, R1, L2, kiri R1, L1, R2, L2

Rambu lalu lintas hijau

kanan, R1, atas, L2, L2, kiri, R1, L1, R1, R1

Waktu berjalan cepat

bulat, bulat, L1, kotak, L1, kotak, kotak, kotak, L1, segitiga, bulat, segitiga

Gerakan cepat

segitiga, atas, kanan, bawah, L2, L1, kotak

Gerakan lambat

segitiga, atas, kanan, bawah, kotak, R2, R1

Membidik sambil mengemudi

atas, atas, kotak, L2, kanan, x, R1, bawah, R2, bulat

Skill mengemudi maksimum

kotak, L2, X, R1, L2, L2, kiri, R1, kanan, L1, L1, L1

Respek maksimum

L1, R1, segitiga, bawah, R2, X, L1, atas, L2, L2, L1, L1

Pagi

R2, X, L1, L1, L2, L2, L2, kotak

Malam

R2, X, L1, L1, L2, L2, L2, segitiga

Selalu tengah malam

kotak, L1, R1, kanan, X, atas, L1, kiri, kiri

Geng berkuasa

L2, atas, R1, R1, kiri, R1, R1, R2, kanan, bawah

Nyepi

X, bawah, atas, R2, bawah, segitiga, L1, segitiga, kiri

Penduduk menyerang

bawah, atas, atas, atas, X, R2, R1, L2, L2

Penduduk bersenjata

R2, R1, X, segitiga, X, segitiga, atas, bawah

Badai pasir

atas, bawah, L1, L1, L2, L2, L1, L2, R1, R2

Kabut

R2, X, L1, L1, L2, L2, L2, X

Cuaca cerah

R2, x, L1, L1, L2, L2, L2, kotak

Hujan badai

R2, X, L1, L1, L2, L2, L2, bulat

Rabu, 08 Mei 2013



Audio untuk sinkronisasi video (juga dikenal sebagai sinkronisasi audio video, audio / video sync, AV-sync, lip sync, atau kurangnya itu: lip sync error, lip-tutup) mengacu pada waktu relatif audio (suara) dan video (gambar) bagian selama pembuatan, pasca-produksi (pencampuran), transmisi, penerimaan dan pengolahan memutar kembali. Ketika suara dan video memiliki penyebab yang terkait waktu dan efek, AV-sync dapat menjadi masalah di televisi, konferensi video, atau film.

Kesalahan lip sync yang paling sering diperhatikan oleh rata-rata pemirsa, (yaitu orang-orang yang tidak profesional terlibat dalam industri siaran televisi) ketika menutup dari wajah (juga dikenal dalam industri penyiaran sebagai kepala tembakan) dari pemain seperti penyiar adalah dilihat. Di rumah pengalaman menonton televisi yang melibatkan program definisi tinggi ditampilkan pada TV panel datar suara didengar oleh penonton paling sering menyebabkan video dilihat oleh penonton dengan jumlah yang signifikan dan sering terlihat waktu. Waktu ini kesalahan (yaitu lip sync error) dapat berkisar dari mendekati nol sampai beberapa detik. Kesalahan biasanya perlahan-lahan bervariasi dengan jumlah yang signifikan di seluruh program televisi dan sering bervariasi dari terlihat dalam jumlah kentara beberapa kali per jam. Dalam terminologi industri kesalahan lip sync dinyatakan sebagai jumlah waktu audio berangkat dari sinkronisasi sempurna dengan video di mana sejumlah waktu positif menunjukkan audio mengarah video dan angka negatif menunjukkan audio tertinggal video. Ini standardisasi terminologi dan dari bibir kesalahan sync numerik digunakan dalam industri penyiaran profesional yang dibuktikan dengan berbagai makalah profesional, standar seperti ITU-R BT.1359-1, serta dan referensi lainnya di bawah ini.

Digital atau analog video stream audio atau file video biasanya berisi beberapa jenis eksplisit waktu AV-sync, baik dalam bentuk video interleaved dan data audio atau secara eksplisit relatif waktu-stamping data. Pengolahan data harus menghormati waktu relatif data oleh misalnya peregangan antara atau interpolasi data yang diterima. Jika pengolahan tidak menghormati kesalahan AV-sync, maka akan meningkatkan setiap kali data akan hilang, karena kesalahan transmisi atau karena hilang atau pengolahan mis-waktunya.
Isi

    1 Salah disinkronkan
    2 Pengaruh tidak eksplisit AV-sync waktu
    3 Pengalaman Viewer dari salah disinkronkan AV-sync
    4 Rekomendasi
    5 MPEG: Presentasi Time Stamp (PTS), Decode Time Stamp (DTS)
    6 Sumber / referensi
    7 Lihat juga

Salah disinkronkan

Ada banyak cara yang berbeda di mana AV-sync bisa salah disinkronkan:

    Selama pembuatan kesalahan AV-sync terjadi karena
        Internal AV-sync error: keterlambatan pemrosesan yang berbeda antara gambar dan suara pada kamera video dan mikrofon. AV-sync penundaan biasanya tetap.
        Eksternal AV-sync error: Jika mikrofon ditempatkan jauh dari sumber suara, audio akan keluar dari sinkron karena kecepatan suara jauh lebih rendah daripada kecepatan cahaya. Jika sumber suara adalah 340 meter dari mikrofon, maka suara tiba sekitar 1 detik kemudian dari pada terang. AV-sync delay meningkat dengan jarak.
    Selama pencampuran klip video biasanya baik audio atau video perlu ditunda sehingga mereka disinkronisasi. AV-sync delay yang statis, tetapi dapat bervariasi dengan klip individu.
    Efek video editing.

Contoh transmisi (penyiaran), penerimaan dan pemutaran yang bisa mendapatkan AV-sync salah disinkronkan:

    Sebuah kamera video dengan built-in mikrofon atau line-in mungkin tidak menunda suara dan video jalur dengan jumlah yang sama milidetik. Sebuah kamera video harus memiliki semacam eksplisit AV-sync waktu dimasukkan ke dalam video dan audio stream. Kamera video solid state (misalnya Charge-coupled device (CCD) dan sensor gambar CMOS) dapat menunda sinyal video dengan satu atau lebih frame.
    AV-stream mungkin rusak selama transmisi karena gangguan listrik (kabel) atau interupsi nirkabel - ini dapat menyebabkan itu menjadi tidak sinkron. AV-sync penundaan biasanya meningkat dengan waktu.
    Ada ekstensif menggunakan audio dan pemrosesan sinyal video sirkuit dengan penundaan yang signifikan dalam sistem televisi. Sinyal video tertentu sirkuit pemrosesan yang banyak digunakan dan memberikan kontribusi penundaan video yang signifikan termasuk Penyelaras frame, digital efek prosesor video, pengurangan kebisingan video, format yang konverter dan MPEG pra-preprocessing.
    The monitor video sirkuit pengolahan dapat menunda aliran video. Menampilkan pixelated memerlukan format video konversi dan pengolahan deinterlace yang dapat menambah satu atau lebih frame keterlambatan video.
    Sebuah monitor video dengan built-in speaker atau line-out mungkin tidak menunda suara dan video jalur dengan jumlah yang sama milidetik. Beberapa monitor video berisi penundaan audio yang user-adjustable internal untuk membantu dalam koreksi kesalahan.

Pengaruh tidak eksplisit AV-sync waktu

Ketika aliran audio video digital atau analog tidak memiliki semacam eksplisit AV-sync waktu efek ini akan menyebabkan sungai menjadi tidak sinkron:

    Dalam film Film ini kesalahan waktu yang paling sering disebabkan oleh film usang melompati sprocket proyektor film karena film ini telah robek lubang sproket.
    Kesalahan juga bisa disebabkan oleh proyektor misthreading film di proyektor, meskipun hal ini jarang terjadi dengan projeksionis kompeten.
    Audio untuk Video Sinkronisasi umumnya diperbaiki dan dipelihara dengan sinkronisasi audio. Televisi standar industri organisasi telah menetapkan jumlah diterima audio dan video kesalahan waktu dan menyarankan praktek yang berkaitan dengan menjaga waktu diterima.
    A / V kesalahan sync menjadi masalah yang signifikan dalam industri televisi digital karena penggunaan dalam jumlah besar pemrosesan sinyal video dalam produksi televisi, siaran televisi dan televisi pixelated menampilkan seperti LCD, DLP dan menampilkan plasma.
    Di bidang televisi, masalah audio video sync biasanya disebabkan ketika sejumlah besar pemrosesan video dilakukan pada bagian video dari program televisi.
    Sumber Khas penundaan video yang signifikan di bidang televisi termasuk Penyelaras video dan kompresi video encoders dan decoders. Encoders sangat mengganggu dan decoder digunakan dalam sistem kompresi MPEG digunakan untuk penyiaran televisi digital dan program televisi penyimpanan pada konsumen dan profesional perekaman dan pemutaran perangkat.
    Sebuah sumber keterlambatan video yang signifikan ditemukan dalam display televisi pixelated (LCD, layar Plasma, DLP) yang memanfaatkan pemrosesan sinyal video yang kompleks untuk mengubah resolusi dari sinyal video yang masuk ke resolusi asli layar pixelated, misalnya mengkonversi video definisi standar yang akan ditampilkan pada layar definisi tinggi. "Lip-tutup" dapat melebihi 200 ms di kali.
    Dalam siaran televisi, tidak biasa untuk kesalahan lip-sync bervariasi oleh lebih dari 100 ms (beberapa frame video) dari waktu ke waktu.
    Rekomendasi EBU R37 "relatif waktu komponen suara dan visi sinyal televisi" menyatakan bahwa end-to-end audio / video sync harus berada dalam jarak 40 ms dan 60ms (audio sebelum / setelah video, masing-masing) dan bahwa setiap tahap harus dalam 5 ms dan-15ms.

Pengalaman Viewer dari salah disinkronkan AV-sync

Hasilnya biasanya meninggalkan karakter difilmkan atau televisi bergerak mulutnya ketika tidak ada dialog yang diucapkan untuk menemani, maka istilah "bibir penutup" atau "lip-sync error". Hasil video audio error sync dapat mengganggu penampil dan bahkan dapat menyebabkan penonton yang tidak menikmati program, untuk program yang tidak efektif, dan speaker yang dianggap negatif. [4] Kurangnya masalah efektivitas adalah dari tertentu perhatian ketika iklan produk dan kandidat politik dipandang. Televisi standar industri organisasi, seperti Komite Advanced Television Systems, telah terlibat dalam menetapkan standar untuk kesalahan video yang sync audio.

Karena gangguan ini, AV-sync error menjadi perhatian bagi industri program televisi, termasuk stasiun televisi, jaringan, pengiklan dan perusahaan produksi acara. Sayangnya munculnya teknologi tampilan panel datar definisi tinggi (LCD, DLP dan plasma) yang dapat menunda video ini lebih dari audio yang telah pindah masalah ke rumah pemirsa dan di luar kendali industri program televisi sendiri. Konsumen produk perusahaan sekarang menawarkan penyesuaian Audio Delay untuk mengkompensasi perubahan video yang keterlambatan dalam TV, receiver a / v, dan beberapa perusahaan manufaktur yang didedikasikan penundaan audio digital dibuat khusus untuk koreksi kesalahan lip-sync.
Rekomendasi

Untuk aplikasi televisi, audio harus mengarah video dengan tidak lebih dari 15 milidetik dan audio harus tertinggal video dengan tidak lebih dari 45 milidetik.  Untuk film, lip sync diterima dianggap tidak lebih dari 22 milidetik di kedua arah.
MPEG: Presentasi Time Stamp (PTS), Decode Time Stamp (DTS)

Perangko waktu presentasi (PTS) dapat tertanam dalam MPEG transportasi sungai untuk menghindari AV-sync drift. Sayangnya perangko waktu sering ditambahkan setelah video mengalami sinkronisasi frame, format konversi dan pra-pengolahan, sehingga mereka penundaan tetap terkompensasi.